
Juventus punya darah baru dalam sosok Sebastian Giovinco. Pemain muda usia itu sudah mulai bisa diandalkan ketika pemain lain sedang berada di bawah performa. Melawan AS Roma, Minggu (22/3/2009), dini hari.
Pembuktian itu ditunjukan Giovinco akhir pekan lalu, ketika Juve melumat Bologna 4-1. Kembali dari cedera, pemain 22 tahun ini menciptakan satu gol dan memberikan satu assist dari empat gol yang digelontorkan ke gawang Bologna. Kemenangan itu membuat persaingan menuju gelar juara tetap hidup.
Kini tidak ada alasan lagi bagi Claudio Ranieri untuk tetap menyimpan Giovinco di bangku cadangan dan tidak memainkannya. Pemain asli didikan akademi sepakbola Juve ini, kembali ke Turin setelah melewati musim mengesankan bersama Empoli dengan status pinjaman.
"Musim lalu bersama Empoli, saya telah mendapatkan sesuatu di Serie A. Sekarang bersama Juventus saya ingin memberikan lagi permainan terbaik," jelas Giovinco kepada Sky Sports, Jumat (20/3/2009).
Dengan tubuh mungil (1,64 meter), Giovinco adalah sosok pemain yang punya intelejensi tinggi, umpan sempurna dan tendangan yang keras. Titik gravitasi rendah juga membuatnya bisa melakukan dribbling yang bagus dan cepat.
Beberapa pendukung Juve menyebut pemain berjuluk Atom Ant ini adalah penerus Pavel Nedved. Kubu Juve sendiri sedang berburu pengganti Nedved yang akan pensiun seusai musim ini berakhir.
Lebih lanjut Giovinco juga diplot Ranieri di posisi Nedved, yakni sayap kiri. Giovinco sendiri mengaku dirinya lebih nyaman bertindak sebagai second striker. Namun, posisi itu sudah paten menjadi milik kapten Alessandro Del Piero. Kini untuk sementara Giovinco mengalah.
"Setiap orang tahu dimanakah posisi saya. Begitu juga Ranieri. Tapi saya menerima semua keputusannya dan saya sedang beradaptasi dengan posisi baru ini," lanjut mantan pemain Italia U-21 ini.
the next del piero n pavel nedved
BalasHapus